Wednesday, 31 October 2018

BERUSAHA KREATIF DENGAN TEKNIK MENGAJAR JAVA CHESS


Kalau di daerah kami disebut catur jawa. Sedikit penjelasan mengenai catur jawa yang saya tahu:
  • Biasa dimainkan oleh dua anak
  • Satu anak memiliki tiga pion, masing masing pion di posisikan seperti gambar ini





  • Dimainkan secara bergiliran, satu gerakan (move) setiap gilirannya. Gerakan harus sesuai dengan garis yang sudah dibuat.
  • Tidak diperbolehkan dalam satu titik adaa 2 pion.
  •  Pemenangnya adalah tiga pion yang mendapatkan posisi garis lurus dalam papan caturnya (bukan posisi awal)

Nah karena cinta tanah air dan melestarikan yang ada, saya berniat menggunakan catur jawa ini sebagai review technique dalam pembelajaran. Materi yang cocok digunakan dalam teknik ini adalah materi yang membutuhkan satu jawaban yang tidak tertulis, tetapi jawaban verbal, cocok juga digunakan untuk membahas soal UAS, UKK, US ataupun UN yang sifatnya pilihan berganda.
Yang harus disiapkan guru (teaching aids) dalam menggunakan teknik ini adalah:
  •  Jika kelas hanya terdiri dari 6 siswa :

a.       Kapur tulis (permainan akan dilakukan dilapangan yang akan digambar menggunakan kapur, atau dapat diganti dengan genteng atau lapangan dibatasi menggunakan lakban)
b.      Botol bekas (enaknya sih botol bekas minuman yang berbahan kaca, seperti UC100 *bukan iklan ya. Karena lebih kokoh, dan lubang mulut botolnya kecil)
c.       Pertanyaan review yang digulung seperti untuk arisan
d.      White board dan spidol (untuk memastikan bahwa jawaban yng dijawab siswa benar.
  •  Jika kelas berjumlah banyak :
a.       Magnet 2 warna, masing-masing berjumlah 3 sebagai pionnya.
b.      White board dan spidol (menggambar papan catur didepan kelas)
c.       Botol bekas (enaknya sih botol bekas minuman yang berbahan kaca, seperti UC100 *bukan iklan ya. Karena lebih kokoh, dan lubang mulut botolnya kecil)
d.      Pertanyaan review yang digulung seperti untuk arisan

Untuk penggunaan teknik ini dalam kelas yang siswanya hanya berjumlah 6 (selanjutnya kita sebut kelas kecil) hanya dirubah pion dan papan caturnya. Jika kelas kecil yang jadi pionnya adalah siswanya dan papan caturnya digambar dilantai, sedangkan untuk kelas berjumlah banyak pionnya adalah magnet dan papan caturnya digambar di white board depan kelas. Maka kali ini yang akan saya jelaskan hanya yang untuk kelas besar (berjumlah banyak)

Langkah-langkah pembelajaran dengan teknik ini adalah sebagai berikut:
  • Bagi kelas dalam 2 kelompok
  • Minta siswa berbaris sesuai dengan kelompoknya
  • Ketua kelompok beradu suit, kelompok yang menang diperbolehkan untuk mengambil botol lebih dulu, dan mengambil salah satu pertanyaan dari botol. Misalkan kelompok merah yang menang, maka anggota yang paling depan boleh mengambil satu pertanyaan dari botol
  • Guru memastikan jawaban siswa (tidak dibantu teman kelompoknya) benar. Jika benar maka siswa tersebut boleh memindahkan pion satu gerakan (saat memindahkan pion boleh didiskusikan dengan teman sekelompoknya). Jika siswa tidak berhasil menjawab, berarti kelompok tersebut belum boleh menggerakan pionnya.
  • Jika sudah sampai menjelang menang, biasanya ada kelompok yang dengan sengaja menjawab salah, supaya pionnya tidak bergerak. Guru dapat mensiasati perubahan aturan dengan:

a)      Yang dapat menjawab boleh memilih bergerak atau tidak, yang tidak berhasil menjawab harus bergerak
b)      Hilangkan perintah pertanyaan, artinya tinggal bermain taktik, semua harus bergerak sesuai giliran.

  • Pemenang bolehlah diberi reward berupa apa gitu.

Kelebihan dari teknik ini adalah, 
  • lebih menyenangkan daripada pertanyaan-pertanyaan konvensional,
  • mengenalkan permainan-permainan tradisional jaman dulu.


No comments:

Post a Comment